Friday, September 8, 2017

"Urgensi Advokasi Lingkungan Hidup Demi Menciptakan Keseimbangan Alam Dan Kehidupan"

http://www.benarnews.org/indonesian/berita/greenpeace-11032015171804.html/discussion_reply_form/#commentsboxhttp://ksb.ub.ac.id/advokasi_lingkungan_dan_masyarakat/http://greenjournalist.net/kebijakan-lingkungan/advokasi-lingkungan-untuk-siapa/http://ilmu-perpustakaan.blogspot.co.id/2011/12/advokasi-lingkungan-menuju-kehidupan.htmlhttp://www.beritasatu.com/blog/nasional-internasional/2080-catatan-kecil-advokasi-lingkungan-hidup-tahun-2012.html

"Urgensi Advokasi Lingkungan Hidup Demi Menciptakan Keseimbangan Alam Dan Kehidupan"

     Lingkungan hidup biasa juga disebut dengan lingkungan hidup manusia (human environment) atau dalam sehari-hari juga cukup disebut dengan “lingkungan” saja. Unsur-unsur lingkungan hidup itu sendiri biasa nya terdiri dari: manusia, hewan, tumbuhan, dll. Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Istilah lingkungan hidup, dalam bahasa Inggris disebut dengan environment, dalam bahasa Belanda disebut dengan Millieu, sedangkan dalam bahasa Perancis disebut dengan I’environment.
  Waktu demi waktu terus berjalan dan semakin hari keadaan lingkungan hidup di Indonesia semakin mengalami degradasi kelestarian. dalam hal kebijakan kita dapat menilai pemerintah kurang mampu menjamin keseimbangan Lingkungan Hidup. hal tersebut dapat kita lihat pada setiap kebijakan yang diambil hanya diorientasikan untuk kepentingan ekonomi belaka tanpa melihat dampak buruk yang terjadi pada lingkungan hidup.
     Persoalan lingkungan hidup pada dasarnya adalah persoalan semua umat manusia di muka bumi ini. dan sudah seharusnya gerakan-gerakan kesadaran yang coba dibangun untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan hidup seharusnya dilakukan. dengan mengambil peran apapun yang dapat dilakukan oleh semua kalangan, antara lain peran-peran yang dilakukan oleh aktivis-aktivis lingkungan dari berbagai lapisan (MAPALA, NGO, LSM, OKP Dan Masyarakat Umum) yang harus melakukan kerja-kerja advokasi di bidang lingkungan hidup.  
       Bicara persoalan lingkungan hidup tentunya banyak pihak pihak terkait yang memiliki kepentingan terhadap lingkungan, yaitu, Negara, Korporasi, Rakyat, Lembaga Internasional dan Lingkungan Hidup itu sendiri. dan semua kelompok tersebut harus memiliki kesadaran yang sama karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan kemanusiaan, dan bumi yang kita pijak sekarang adalah milik anak cucu kita nanti yang akan menjadi generasi penerus.Yang kemudian menjadi pertanyaan kita semua kenapa sebenarnya Advokasi menjadi penting untuk memulihkan kondisi lingkungan hidup dan menjaga keberlangsungan kehidupan selanjutnya. serta sejauhmana tujuan advokasi dapat membawa keadaan lingkungan hidup menjadi lebih baik.

Memahami Pentingnya Advokasi Lingkungan Hidup

            Advokasi mulai sekarang sudah saatnya kembali menjadi Kata Baku dalam kamus Mahasiswa khususnya MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) mengingat seiring dengan kemajuan zaman juga berdampak krisis terhadap nalar kritis Mahasiswa yang peduli terhadap Lingkungan Hidup dan juga dapat dikatakan eskalasi gerakan-gerakan mahasiswa di lingkungan hidup semakin hari semakin surut. mengadopsi padanannya dalam bahasa Inggris, kata 'advokasi ' berasal dari kata  'to advocate' tidak hanya berarti 'membela' tetapi juga bisa berarti 'memajukan' atau 'mengemukakan' (to promote) yang berarti juga berusaha menciptakan yang baru, makna lain juga adalah melakukan 'perubahan' (to change) secara terorganisir dan sistematis. seperti yang tergambar diatas advokasi memiliki berbagai pengertian beragam tentang apa yang mereka maksud dengan advokasi itu sendiri. Menurut Socorro Reyes Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk menciptakan kebijakan public yang bermanfaat bagi masyarakat atau mencegah munculnya kebijakan yang diperkirakan merugikan masyarakat. sedangkan menurut Margareth Schuler dalam Human Right Manual  “Advokasi terdiri atas sejumlah tindakan yang dirancang untuk menarik perhatian masyarakat pada suatu isu, dan mengontrol para pengambil kebijakan untuk mencari solusinya. Advokasi itu juga berisi aktifitas-aktifitas legal dan politis yang dapat mempengaruhi bentuk dan praktik penerapan hukum. Inisiatif untuk melakukan advokasi perlu diorganisir, digagas secara strategis, didukung informasi, komunikasi, pendekatan, serta mobilisasi.
             Dari beberapa definisi di atas, setidaknya advokasi dapat difahami sebagai bentuk upaya melakukan pembelaan rakyat (masyarakat sipil) dengan cara yang sistematis dan terorganisir atas sikap, perilaku, dan kebijakan yang tidak berpihak pada keadilan. Dengan kata lain advokasi memang bukan merupakan 'revolusi' tapi lebih merupakan usaha perubahan sosial melalui semua saluran dan piranti demokrasi perwakilan, proses-proses politik dan legislasi yang terdapat dalam sistem yang berlaku.
             Banyak organisasi dan Mahasiswa yang bercita-cita memperjuangkan keadilan sosial, namun mengingat kerumitan, luasnya dimensi dan aspek-aspek ketidak adilan sosial, selain fakta adanya kesulitan untuk memulai dari mana, maka banyak organisasi yang terjebak sebagai 'pengrajin sosial' semata. Yang lama kelamaan tidak mampu lagi keluar dari jebakan tersebut. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu memandang ketidak adilan sosial dari kacamata pendekatan praktis tanpa mengaitkannya dnegan program strategis.
             Disamping itu ada juga organisasi dan Mahasiswa yang melihat ketidakadilan sosial dengan menanggapinya secara naif, yakni dengan menyalahkan korban ketidakadilan sosial itu sendiri. Mereka beranggapan bahwa sistem dan struktur sosial yang ada selalu baik, tapi masyarakat nyalah yang tidak mampu menyesuaikan diri kedalam sistem dan struktur tersebut. Mereka beranggpan korban adalah orang atau kaum yanglemah, malas dan juga bodoh,karenanya mereka perlu diberdayakan lewat program-program 'pendampingan', 'pendidikan' dan bahkan 'pembinaan'. Kalangan ini tidak pernah mempersoalkan bentuk-bentuk ketidak adilan sistemik dan struktural yang sering kali tersembunyi dibalik kebijakan, undang-undang dan peraturan yang berlaku.
         Maka jika kita ingin melakukan suatu advokasi sesungguhnya harus juga kita mempersoalkan hal-hal yan berada dibalik suatu kebijakan , secara tidak langsung mencurigai adanya bibit ketidak adilan yang tersembunyi dibalik suatu kebijakan resmi. Oleh karena dalam setiap kebijakan atau ketentuan hukum selalu ada aspek budaya hukum (culture of law), maka advokasi juga tidak harus menjadi monopoli para pakar , kaum profesional, Mahasiswa dan para aktivis belaka. Organisasi rakyat di akar rumput, yakni mereka yang selama ini menjadi korban utama dari suatu kebijakan publik tertentu, justru harus menjadi bagian terpenting dari suatu aliansi advoksi. Dengan kata lain, advokasi mestinya memungkinkan juga  dipergunakan rakyat di tingkat akar rumpun untuk memperjuangkan nasibnya. Jadi sekali lagi advokasi menjadi alat siapa saja yang ingin memperjuangkan perubahan kebijakan untuk tegaknya keadilan sosial.
              Dalam konteks lingkungan hidup, makna dari advokasi lingkungan adalah upaya-upaya pembelaan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan perubahan kearah lingkungan hidup yang lebih baik.
            Advokasi lingkungan hidup berawal dari kegelisahan orang terhadap kondisi kerusakan lingkunganhidup yang terjadi di Indonesia, kegagalan pemerintah dalam melakukan perlindungan terhadap sumber daya alam salah satu yang menjadi alasan untuk kemudian melakukan gerakan-gerakan advokasi terhadap lingkungan di Indonesia pada tahun 1980 an.
            Adapun tujuan dari gerakan advokasi lingkungan yang dilakukan antara lain untuk mendorong terjadinya perubahan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia, mendorong perubahan prilaku aparatur negara dalam menyikapi persoalan lingkungan hidup serta yang paling utama adalah bagaimana mendorong gerakan masyarakat sipil (organisasi rakyat) untuk melakukan perbaikan terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Pada dasarnya gerakan perjuangan yang paling riil dilakukan adalah gerakan ditingkatan rakyat dan mahasiswa sebagai sebuah kekuatan untuk melakukan perubahan. Ke arah yang tentu saja lebih baik dan berpihak terhadap lingkungan dan rakyat serta dapat menjadikan hukum sebagai penjaga keseimbangan Alam dan Kehidupan.
             Advokasi lingkungan adalah satu keniscayaan yang harus dilakukan untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap kondisi lingkungan hidup yang semakin parah, dan adalah kewajiban semua orang yang masih mau menikmati kehidupan ini secara lebih baik guna tercapainya pembangunan yang berkelanjutan.

Dunia diserahkan Tuhan Kepada Manusia untuk dikuasai dan dijaga Bukan di eksploitasi. dan kita juga tidak mewarisi dunia ini dari nenek moyang kita, kita hanya meminjamnya dari anak cucu kita, maka kembalikan secara utuh !!!


https://mapalapmkunm.wordpress.com/materi-materi-pa/materi-advokasi-lingkungan/

0 comments:

Post a Comment